Reading: Iman Lestariyono Sebut Penyandang Disabilitas Punya Hak Sama Mendapatkan Kehidupan Layak

Iman Lestariyono Sebut Penyandang Disabilitas Punya Hak Sama Mendapatkan Kehidupan Layak

patriotrakyat
3 Min Read
DPRD Kota Bandung: Pentingnya peran keluarga dan dukungan negara bagi anak disabilitas.

PATRIOT RAKYAT – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si, S.H., menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak penyandang disabilitas, khususnya dalam memahami batasan tubuh serta membangun hubungan sosial yang sehat.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Sosial Keluarga dengan Penyandang Disabilitas, Bandung, Rabu 29 April 2026.

Dalam pemaparannya, Iman menekankan bahwa keluarga memiliki peran utama sebagai pendamping sekaligus penguat bagi anak disabilitas. Beliau mengakui bahwa kondisi tersebut seringkali menghadirkan perasaan campur aduk bagi orang tua, antara sedih dan bahagia. Namun menurutnya, hal itu merupakan bagian wajar dari proses menerima dan memahami ujian kehidupan.

“Setiap ujian pasti memiliki hikmah. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita mampu memaknai dan menjalaninya dengan kuat, tidak sendirian,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti bahwa tidak semua keluarga mampu menghadapi tantangan tersebut secara mandiri, terutama dari sisi ekonomi. Biaya hidup dan kebutuhan perawatan bagi penyandang disabilitas dinilai cenderung lebih tinggi dibandingkan keluarga pada umumnya. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah dinilai sangat penting untuk memberikan dukungan nyata.

Iman Lestariyono menyebut bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak. Program seperti Universal Health Coverage (UHC) diharapkan mampu menjamin layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya keluarga dengan anggota disabilitas.

Selain itu, Iman juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang inklusif, seperti akses jalan ramah disabilitas, fasilitas transportasi, serta sarana publik yang memungkinkan penyandang disabilitas dapat beraktivitas secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.

“Banyak hal kecil yang sering terlewat, seperti akses jalan atau fasilitas umum. Padahal jika dirancang dengan baik, mereka bisa hidup mandiri tanpa harus selalu dibantu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mendorong keluarga penyandang disabilitas untuk aktif bergabung dalam komunitas. Melalui komunitas, aspirasi dapat disampaikan secara kolektif kepada pemerintah, sehingga peluang untuk mendapatkan solusi dan bantuan akan lebih besar.

Ia juga membuka ruang komunikasi antara masyarakat dengan DPRD untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung, mulai dari bantuan alat seperti kursi roda, akses pendidikan inklusif, hingga program pelatihan bagi anak disabilitas agar lebih mandiri dan berdaya.

“Kami di DPRD siap menjembatani aspirasi masyarakat. Jika disampaikan dengan jelas dan terorganisir, peluang untuk direalisasikan dalam program dan anggaran akan semakin besar,” sebutnya.

Iman juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menghadirkan kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi keluarga disabilitas dapat diatasi secara bertahap.

“Ketika kita memprioritaskan mereka yang membutuhkan, maka kebaikan itu akan kembali kepada kita semua,” ucap Iman.   (ADV)

Share This Article
Tidak ada komentar