Reading: Kota Bandung Capai Pelayanan Publik dan Investasi hingga Kota Kreatif Kelas Dunia

Kota Bandung Capai Pelayanan Publik dan Investasi hingga Kota Kreatif Kelas Dunia

patriotrakyat
4 Min Read
Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung/Humas Kota Bandung.

Patriot Rakyat | Usia ke-216 tahun, Kota Bandung menunjukkan kemajuan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik terus meneguhkan identitasnya sebagai kota kreatif yang berkelas dunia. Berbagai penghargaan yang diraih sepanjang tahun 2026 menjadi bukti bahwa upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat, 25 September 2026.

Farhan menyebut, berbagai penghargaan yang diterima Kota Bandung bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengakuan atas kerja keras seluruh aparatur pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.

Capaian yang membanggakan adalah diraihnya penghargaan Adminduk Prima Terbaik I kategori kabupaten/kota dengan tingkat kepadatan penduduk besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kota Bandung juga menerima penghargaan Drestanta Arindama sebagai bentuk apresiasi atas keunggulan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Terbaik I Petugas Front Office Adminduk Prima kategori Kabupaten/Kota dengan tingkat kepadatan penduduk besar.

“Lewat pelayanan prima administrasi kependudukan, kita memastikan hak-hak dasar warga negara terlindungi dan mendapatkan kepastian hukum yang baik,” ujar Farhan.

Sejumlah capaian positif juga ditorehkan dalam bidang investasi. Kota Bandung berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam Anugerah Layanan Investasi 2026 yang diberikan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Penghargaan tersebut menunjukkan keberhasilan Kota Bandung dalam menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan, serta kepastian berusaha bagi pelaku usaha.

Farhan mengatakan, keterbukaan terhadap investasi merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, capaian tersebut selaras dengan visi Bandung Utama, khususnya dalam mewujudkan kota yang unggul dan terbuka melalui pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Selain itu, tambahnya, tema HJKB tahun ini, “Solidarity in Harmony”, sengaja dipilih untuk mempertegas posisi Bandung sebagai kota internasional yang memiliki warisan sejarah penting bagi dunia.

“Sengaja kami pilih tema dalam bahasa Inggris untuk memberikan kesan bahwa Kota Bandung adalah kota internasional,” ujarnya.

Farhan mengingatkan, Bandung memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan istimewa. Sejak resmi berdiri pada tahun 1810, Bandung berkembang menjadi Paris van Java, menjadi bagian penting dari perjuangan bangsa melalui peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946, hingga menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

“Semangat solidaritas yang lahir dari Konferensi Asia Afrika masih relevan hingga saat ini dan menjadi fondasi pembangunan Kota Bandung.”

Beliau menyatakan, Spirit of Bandung menjadi dasar solidaritas antarbangsa yang saat itu bangkit dari luka kolonialisme.

Semangat tersebut kemudian berkembang menjadi energi kolaborasi yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, seniman, hingga generasi muda dalam membangun kota.

Farhan menilai, kekuatan utama Bandung saat ini terletak pada ekosistem kreatif yang tumbuh dan berkembang di berbagai sektor.

Beragam kegiatan budaya, seni, olahraga, ekonomi kreatif, teknologi, dan inovasi terus menghidupkan berbagai kawasan ikonik kota seperti Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, dan kawasan Sungai Cikapundung.

“Hadirnya ruang-ruang yang memungkinkan terjadinya pertemuan solidaritas itu telah membawa Kota Bandung menjadi kota yang begitu vibrant dan menarik perhatian banyak orang,” ucapnya.

Tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dan pendidikan, Bandung kini juga berkembang sebagai pusat inovasi dan ekonomi kreatif yang menjadi magnet bagi generasi muda serta pelaku usaha kreatif.

Menurut Farhan, keunggulan tersebut harus terus dijaga melalui pembangunan yang terbuka terhadap ide-ide baru, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan identitas budaya lokal.  (pr)

Share This Article
Tidak ada komentar